green campus

Senin, 04 April 2011

Keajaiban Membaca Buku

Berikut, akan saya bagikan “10 Keajaiban” tersebut tentang hal-hal yang terjadi di tengah kehidupan kita. Semoga bermanfaat.

1. Membaca=Memperluas Wawasan & Memperkaya Sudut Pandang
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam membaca buku apapun, akan menambah wawasan dan pengetahuan kita yang sebelumnya kita tidak tahu menjadi lebih mengerti dan lebih dapat melihat suatu objek permasalahan dengan beberapa sudut pandang. Namun, bisa jadi, seseorang yang kurang suka membaca buku, agak kesulitan dalam memandang suatu persoalan secara luas dan meninjaunya dari berbagai sudut pandang. Hebat!

2. Membaca = Memperlambat Kepikunan
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Amerika Serikat, kegemaran membaca buku akan membuat seseorang tidak mudah terkena pikun pada masa tua, karena aktivitas membaca buku akan menumbuhkan dendrit - salah satu komponen syaraf terpenting dalam otak yang berfungsi mengkait-kaitkan informasi, dimana susunan saraf otak mirip jaringan kabel. Pemahaman akan sesuatu (dari objek yang telah kita baca) akan muncul bila kabel-kabel syaraf itu berhubungan. Ajaib! (Disadur dari Buku “100 Kiat Menumbuhkan Minat Baca” oleh Marry Leonhardt)

3. Pikiran Sadar dan Tak Sadar Bekerja Serentak
Ada 2 potensi dahsyat yang bekerja di dalam diri manusia saat membaca. Dua potensi dahsyat tersebut adalah:

1. Pikiran sadar yang menangkap bagian per bagian buku dan merekamnya. Hasil yang diserap oleh pikiran sadar dapat diketahui langsung

2. Pikiran tak sadar yang menangkap secara keseluruhan buku dan merekamnya. Hasil yang diserap oleh pikiran tak sadar akan berfungsi setelah beberapa waktu.

Dahsyat!!

4. Mengaktifkan Susunan Syaraf Otak Kiri & Otak Kanan
Pada saat membaca, susunan syaraf yang langsung bekerja itu adalah otak kiri yang lebih fokus kepada logika terhadap deretan huruf yang berjejer. Setelah itu, otak kiri mengirimkan sinyal / kabel otak kiri akan menghubungkan kepada otak kanan sehingga emosi akan muncul (baik berupa emosi positif maupun emosi negatif, tergantung dari pemahaman atas buku yang sedang dibaca), terlebih apabila buku yang dibaca menampilkan ilustrasi-ilustrasi gambar yang menarik, sehingga secara otomatis otak kanan langsung bekerja sebelum diperintahkan oleh otak kiri.Top!!

5. Membaca = Mengolahragakan Pikiran
Manusia memiliki otot-otot yang menggerakkan tubuhnya. Apabila otot-otot di kaki, leher dan dimanapun tidak dibiasakan untuk digerakkan, otot-otot tersebut akan kaku, demikian juga dengan susunan syaraf di otak. Syaraf-syaraf otak itu bagaikan otot-otot yang akan berfungsi efektif bila dilatih secara rutin dan konsisten, mengingat di dalam otak terdapat kulit otak bagian depan (terdapat di daerah pelipis) dan otak kecil (terdapat di daerah dahi) yang apabila tidak digerakkan, otak/ pikiran kita akan mati. Gile!!

6. Membaca buku sama saja berlatih konsentrasi
Bayangkan sebuah bidang kecil berwarna putih dengan huruf–huruf hitam berderet-deret yang harus kita tatap secara terus menerus. Amboi, huruf itu menari-nari di kepala kita dan memberikan makna! Agar makna terserap dan agar suatu informasi dapat kita pahami, kita perlu memusatkan perhatian. Bayangkan, apa jadinya apabila setiap hari kita memusatkan perhatian ke satu bidang berwarna putih itu. Konsentrasi akan mendorong lahirnya aktivitas merenenungkan sesuatu. Dan apabila berkonsentrasi dan merenungkan sesuatu itu terus kita latih secara terus menerus, tidak ada salahnya jika kita salurkan konsentrasi tersebut dengan aktivitas berdo’a secara khusyuk memusatkan perhatian dan meminta kepada Yang Di Atas Sana akan sesuatu yang amat berharga dan bermanfaat bagi kehidupan kita. Ajaib!

7. Membaca = mengumbar imajinasi
Apa itu imajinasi? Itulah potensi terdahsyat yang dimiliki oleh anak-anak saat masih berusia di bawah 5 tahun. Potensi itu juga yang pernah kita miliki dahulu, saat kita gemar bertanya “mengapa”. Mari kita munculkan lagi imajinasi kita lewat membaca buku. Kita diajak berkelana oleh buku ke sudut-sudut terjauh di dunia. Kita diajak menjelajahi bumi yang paling dalam, lautan, angkasa, dan juga kekayaan bathin! Buku adalah kumpulan pengalaman bathin seseorang yang siap dibagikan. Dan imajinasi ibarat cahaya yang dapat membantu kita menembus karang “kebekuan berpikir” , cadas “kekeraskepalaan” , dan langit “ketakterbatasan potensi diri”. Luar biasa!

8. Membaca berarti senantiasa berada di masa depan
Dengan membaca kita senantiasa mengetahui hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Kita dapat merangkai waktu : kemarin, kini dan esok. Kita dapat merenungkan hal yang telah, sedang dan akan dilakukan. Hebat! Membaca memberikan peluang kepada kita untuk menjadi manusia yang selalu ingin di depan, ingin maju, dan ingin sesuatu yang baru.

9. Membaca meredam anak-anak untuk sejenak tidak berkeliaran

Bayangkan kalau membaca senantiasa dilakukan oleh anak-anak di manapun mereka berada. Di mobil, ruang tamu, ruang keluarga, tempat tunggu dokter, tempat antri karcis, dan di mana saja. Anak-anak jadi tidak rewel, tidak merengek-rengek, serta menjadi tenang dan bertambah pengetahuannya. Indahnya!

10.Membawa buku saja tanpa dibaca, orang langsung menganggap kita seorang intelektual
Betapa bangganya disebut dengan sebutan seperti itu. Intelektual adalah seorang yang luas wawasan dan pandangan dalam memandang segala hal. Apabila menjelaskan sesuatu, seorang intelektual tentu akan merujuk ke sebuah data yang diakui kebenarannya. Dia tidak mau omong sembarangan, apalagi ngawur. Dia akan hati-hati sekali dalam memutuskan sesuatu. Pokoknya hebatlah menjadi intelektual itu. Dan cukup dengan menenteng buku. Wow! ....tapi jangan di tenteng doank ya... sambil di baca ;)

1 komentar: